Mari kita melanglang buana menembus cakrawala biru menyelam ke dasar samudra terbang melayang di angkasa seiring denyut jantung dan desah-desah aliran darah. Kita nikmati hidup penuh kesyukuran.Kita arungi hidup dengan menanam biji-biji kebajikan.Jangan bersedih apalagi melahirkan kata-kata seperti ini : Jangan kau jamah hati lara Usah kau cium derita kedua Biarkan aku mengembara Tanpa membawa kasihmu. SASTRA MENGANDUNG KEINDAHAN BUDAYA MERUPAKAN CERMIN LINGKUNGAN PERADABAN
Senin, 13 April 2020
Senin, 12 Maret 2018
Kata Pengantar Cerita Datu-Datu 2017
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah setelah memakan waktu dua
tahun lebih selesailah penulis menyusun buku cerita rakyat yang diberi judul“
Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan “
Berbagai cerita dalam
buku ini sudah lama dikenal masyarakat lewat penuturan dari mulut kemulut. Di
antara sekian banyak cerita tersebut sebagian kecil sudah dibukukan seperti hikayat
DatuSanggul , hikayat Datu Suban, hikayat Datu Nuraya , dan hikayat DatuTaniran.
Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan dan mengabadikannya dalam sebuah
buku sebagai bukti tertulis bahwa cerita tersebut memang benar
adanya.Juga,untuk bahan rujukan bagi penulis lain dan warisan berharga bagi
generasi penerus.
Usaha ini belumlah
final, baru tahap permulaan.Pencarian terus dilakukan dengan mendatangi makam/kubur
orang yang terkenal dan memilki keunikan
pada masa hidupnya. Dari hasil
penggalian informasi di makam itu kemudian jadilah buku yang sekarang sedang
berada di tangan pembaca..
Oleh
karena itu, sudah sepantasnya penulis berterima kasih kepada para narasumber
(tidak mungkin disebutkan satu persatu) yang telah memberikan informasi
sehubungan dengan cerita yang digarap.
Akhirnya, kritik dan saran
membangun demi kesempurnaan buku ini penulis terima dengan senang hati.
Sungai
Malang, Amuntai , 25 Maret 2001
Penulis,
Fahrurraji Asmuni , S.Pd.,M.M
PENGANTAR
DARI PENERBIT CETAKAN KE-2
Segala puji hanya untuk
Allah,tuhan sekalian alam.Salawat dan salam semoga tercurah dan terlimpah
kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat serta
pengikut beliau di jalan kebaikan hingga hari akhir.
Berkat petunjuk dan inayah-Nya
dapatlah kami menerbitkan buku CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN
yang sebelumnya diterbitkan oleh TB Sahabat, Kandangan. Terima kasih kami
ucapkan bapak Fahrurraji Asmuni, S.Pd.,MM yang telah memberikan kepercayaan
buku karya beliau ini kepada kami, mulai terhitung 1 Maret 2009.
Dalam penerbitan edisi revisi
cetakan ke-2 ini ada perubahan yang mendasar,hanya dalam penyusunan cerita
disusun sesuai abjad. Selain itu, Datu Sulaiman, diganti dengan Datu Burung dan
penambahan Datu Banua Lima.
Harapan kami dengan hadirnya
buku ini dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, mengingat sebagian
tokoh cerita yang ada dalam buku ini merupakan para datu yang memiliki karamah
yang tidak dimiliki oleh orang biasa,pernah hidup dan tinggal di tanah Banjar.
Tokoh-tokoh dalam cerita ini ada yang berperan sebagai pejuang,ulama,dan
umara.Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita sebagai generasi penerus mengambil
suri teladan dari sepak terjang mereka.
Akhirnya, kritik dan saran
yang membangun demi kesempurnaan buku ini
kami terima dengan senang hati.
Amuntai, 6 Mei 2012
TB HEMAT
Penerbit dan Percetakan
SURAT WEWENANG PENERBITAN
Saya Fahrurraji
Asmuni,S.Pd.,pengarang asli buku CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN,
dengan ini memberi wewenang kepada Toko Buku HEMAT Amuntai,HSU,Kalsel, untuk
menerbitkan buku ini terhitung mulai 1 Maret 2009.
Demikian surat pemberian
wewenang ini saya buat agar pembaca mengetahui bahwa terbitan dari Toko Buku
HEMAT Amuntai yang asli.
Amuntai,27 Februari 2009
Yang Memberi Wewenang
FAHRURRAJI ASMUNI,S.Pd.,MM
PENGANTAR
CETAKAN ke-VI
Tak terasa sejak perpindahan wewenang
penerbitan dari Penerbit “Sahabat”
Kandangan ke Penerbit HEMAT Amuntai,dalam kurun 8 tahun sudah mengalami enam kali cetak dengan cover berbeda
setiap kali cetak dan penambahan halaman. Cetakan ke-6 ini mengalami revisi
dengan penambahan jumlah judul dari 38 judul menjadi 45 judul.Dengan demikian
otomotis bertambah halaman sehingga semakin tebal.
Semoga cetakan ke-6 ini berkenan di
hati pembaca.
Amuntai,20 Oktober 2017
Penerbit
HEMAT JAYA
Minggu, 26 Maret 2017
BUKU “CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN” KARYA FAHRURRAJI ASMUNI DICAPLOK
PENERBITNYA
Barangkali Anda yang
membaca buku Datu-Datu Terkenal
Kalimantan Selatan karya Tim
Sahabat yang diterbitkan oleh TB Sahabat,Kandangan, cetakan ketujuh, 2013,
dengan tebal 333+XII adalah menganggap itu murni
karya Tim Sahabat Kandangan. Sebenarnya buku itu hasil caplokan karya
Fahrurraji Asmuni, Amuntai
Dari lima puluh Datu yang terdapat dalam
buku karya Tim Sahabat itu terdapat
34 datu karya saya, yaitu :
(1) Datu Abdullah, (2) Datu Abulung,(3) Datu Ala,(4)
Datu Aling, (5) Datu Arya Tadung Wani,(6) Datu Bumbu Raya,(7) Datu Burung (Sulaiman), (8) Datu Candi Agung, (9) Datu Daha, (10) Datu Gadung,
(11) Datu Haji Batu, (12) Datu Kandang Haji, (13) Datu Karipis, (14) Datu Kartamina,
(15) Datu Kasan , (16) Datu Kurba, (17) Datu Landak, (18)
Datu Magat, (19) Datu Murkat,
(20) Datu Nafis, (21) Datu Niang Thalib,
(22) Datu Nihing, (23) Datu Ning Mundul, (24)
Datu Nuraya, (25) Datu Nuraya, (26) Datu Patih Ampat, (27) Datu Pujung,
(28) Datu Sanggul, (29) Datu Suban, (30) Datu Sungsum (31) Datu Taniran, (32) Datu Tungku, (33) Datu
Tungkaran, (34) Datu Ulin
Mungkin pembaca bertanya , Mengapa itu bisa terjadi?
Begini ceritanya, pada hari Minggu, 17
Januari 2000 saya membawa naskah cetakan yang berisi cerita 30 datu terkenal kalsel ke
Toko Buku “Sahabat” Kandangan. “Kami pelajari dulu, layak atau tidak untuk
diterbitkan”,kata Mujahid , pemilik TB Sahabat ,Kandangan. Seminggu kemudian saya datang ke TB Sahabat Kandangan.
Terjadi dialog . Kata Mujahid,kalau bisa ditambah empat atau enam datu supaya tebal, saya minta waktu satu bulan.
Selama sebulan itu saya harus mampu
menulis minimal empat datu. Alhamdulillah ,saya dapat memenuhi permintaan
Mujahid dengan menambah empat datu yaitu : Datu Niang Thalig, Datu Arya Tadung
Wani, Datu Kandang haji dan Datu Taniran.
Setelah
menyerahkan empat datu susulan itu, antara saya dengan Mujahid,Pemilik Toko
Buku Sahabat, tidak ada komunikasi karena saya belum punya HP.
Karena ingin mengetahui buku saya
kapan terbitnya, maka pada tanggal 4 Maret 2001 saya datang ke TB Sahabat,
Kandangan, dengan naik taksi. Ternyata pemilik TB Sahabat belum bisa memastikan
kapan terbitnya. Oleh Mujahid saya diminta untuk membuatkan kata pengantarnya,
dan saya setujui. Kata pengantar saya serahkan
kepada Mujahid (pemilik TB
Sahabat) pada hari Minggu,18 Maret 2001. Di akhir kata pengantar itu sengaja
saya tulis tanggal 25 Maret 2001. Komunikasi antara saya dan pemilik TB Sahabat
sekaligus penerbit buku saya Cerita
Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan
putus.
Pada
hari Minggu, 7 April 2002 tanpa sengaja di
sebuah toko buku di Antasari Banjarmasin saya melihat
buku berjudul Cerita Datu-Datu Terkenal
Kalimantan Selatan, disampul itu terpampang nama saya Fahrurraji Asmuni.
Buku itu langsung saya beli seharga Rp5000,oo. Sesampai di rumah saya buka buku
itu Buku setebal 157 halaman itu berisi
sebagai berikut : Kata Pengantar, Daftar
Isi,Pendahuluan, Silsilah Kerajaan Banjar,Datu Kalampayan, Sultan Adam, Datu
Abulung, datu Syekh Muhammad Nafis, Datu Haji Batu,datu Landak, Datu Ahmad Balimau, Datu Taniran, Datu Ulin,
Datu Kurba, Habib Ibrahim AlHabsyi, Datu Daha , Datu Gadung, Datu Nuraya, Datu
Suban, Datu Sanggul, Datu Karipis, Datu Murkat, Datu Aling, Datu Magat, Datu
Arya Tadung Wani, Datu Kasan, Datu Ala,
Datu Sulaiman, Datu Abdullah, Datu Patih Ampat, Datu Tungkaran, Datu Tungku,
Datu Kartamina, Datu Sungsum, Datu Nihing, Datu Candi,Datu Pujung, Datu Ning
Mundul, Datu Bumburaya, dan Datu Niang Thalib.
Seminggu setelah membeli buku Cerita
Datu-Datu saya mendatangi Mujahid,milik
TB Sahabat sekaligus yang menerbitkan buku saya. Setelah mengucapkan terima
kasih kepada pemilik TB Sahabat atas diterbitkannya
buku Cerita Datu-datu itu , Mujahid menyerahkan lima buku, saya minta sepuluh.
Kehendak saya dikabulkannya. Menurut Mujahid edisi pertama ini buku terebut
dicetak dua ribu buah. Selanjutnya saya tidak pernah lagi diberi pada
penerbitan berikutnya hingga sekarang.
Pada
bula Oktober 2003, saya menemukan buku Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan
Selatan dikoper depan tidak ada tercantum nama pengarangnya. Di bagian bawah
judul tertulis “ Dilengkapi dengan Sejarah Ringkas Kerajaan Banjar. Saya buka lembar
kedua. Nama saya sebagai empunya karya tidak tertulis lagi, yang ada hanya oleh
: TIM SAHABAT.
Di akhir pengantar buku edisi
2003 itu tertulis TIM Sahabat lalu secara berurutan tertulis nama Fahrurraji
Asmuni, Ust, Muhammad Hariyadi, Drs,Junaidi Kamaruddin,H.Muhammad Marwan,
Hussein Al-Hadi, Gr.H.Idwar,Mujahid, dan Maserani. Perubahan ini mengejutkan
saya sebagai empunya hak cipta buku ini. Beraninya,mengubah kedudukan
kepenulisan seeorang menjadi TIM tanpa minta izin terlebih dahulu. Jika minta
izin jelas saya sebagai pengarang
asli buku Datu-Datu Terkenal
Kalimantan Selatan menolak karena buku hasil jerih payah saya mendatangi kubur
datu dan mencari info selama dua tahun (juni 1997 – juli 1999) tidak dihargai
alias diremehkan. Untuk menyelesaikan masalah ini Mujahid saya telepon (sudah
punya HP Merk Semen A 50) tapi tidak menyahut. Pernah saya datangi tapi
tokonya tutup. Selanjut tidak saya hubungi lagi karena saya sibuk menyelesaikan
skripsi S 1 saya di FKIP Unlam.
Sementara itu buku itu terus dicetak
dan diedarkan di toko buku-toko buku dan di makam-makam datu seperti di makam
datu Sanggul, maakm datu Arsyad,dll.
Pada tahun 2013 ini TIM Sahabat tidak
mencantumkan lagi nama saya sebagai pengarangnya. Hanya nama saya dicantumkan
dalam referensi (Daftar Pustaka). Dengan demikian secara terang-terangan TIM
Sahabat mencaplok buku Datu-Datu
Terkenal Kalimantan Selatan karya
Fahrurraji Asmuni sebagai karya TIM. Apa
Sebelum mengakhiri tulisan ini saya Fahrurraji Asmuni (1) mengharap nama saya tetap ditulis yaitu
Fahrurraji Asmuni dan TIM Sahabat. Saya keberatan dijadikan Tim Sahabat
karena memperkecil peran saya
sebagai empunya . Kalau Anda tidak menghiraukan maka Anda
kena UU hak cipta No.19 tahun
2002 pasal 72 .(2) Harap bayar
royalty 15% dari harga jual @Rp20.000,00
x 12 tahun x jumlah eksamplar yang diterbitkan.(3)
Keluarkan 34 datu karya saya dari buku Anda.(4) Ganti judul buku Anda,jangan
sama, judul .Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan hak saya.
Demikian, semoga tidak ada penerbit lain yang berlaku semena-mena terhadap pengarangnya. ( Fahrurraji Asmuni)
Demikian, semoga tidak ada penerbit lain yang berlaku semena-mena terhadap pengarangnya. ( Fahrurraji Asmuni)
Senin, 23 Mei 2016
Biography, Books, Fahrurraji Asmuni, Hemat, Non Fiction, Review 2014

Title: Syekh Abdul Hamid Abulung: Korban Politik Penguasa | Author: Fahrurraji Asmuni, S. Pd, MM.| Edition language: Indonesian | Publisher: Hemat| Edition: 2nd Edition, April 2014 | Page: 80 pages | Status: Owned Book (given by the author) | Date received: 6 September 2013 | My rating: 3 of 5 stars
Selain itu juga pembuktian kata-kata Datu Abulung dengan darah merah dan darah putih beliau. Mirip legenda Banyuwangi ya. Sebagai pembuktian apakah si korban bersalah atau tidak. Kalau tidak bersalah maka air sungai akan beraroma wangi.
Mengingat kemiripan-kemiripan ini membuat saya iseng berpikir bagaimana sebuah kejadian bisa memiliki kesamaan seperti itu. Dengan pengecualian kisah Datu Abulung yang saya rasa memang benar-benar terjadi, saya jadi berpikir dari mana ide dari peristiwa yang ada di dalam cerita Achilles atau Banyuwangi itu berasal, apakah memang benar-benar terjadi, hanya khayalan yang tiba-tiba muncul dari kepala pengarang, atau dari cerita mulut ke mulut yang awalnya hanya bersumber dari suatu peristiwa yang benar-benar terjadi tapi karena telah tersebar terciptalah versi masing-masing daerah. Wallahu a’lam.
At last, 3 dari 5 bintang untuk kisah hidup Datu Abulung. Terutama untuk keberhasilannya yang membuat saya ingin lebih banyak lagi membaca buku-buku sejenis ini.
So, I liked it
Syekh Abdul Hamid Abulung: Korban Politik Penguasa Review

Title: Syekh Abdul Hamid Abulung: Korban Politik Penguasa | Author: Fahrurraji Asmuni, S. Pd, MM.| Edition language: Indonesian | Publisher: Hemat| Edition: 2nd Edition, April 2014 | Page: 80 pages | Status: Owned Book (given by the author) | Date received: 6 September 2013 | My rating: 3 of 5 stars
***
Sinopsis:
Di hadapan raja, Datu Abulung mengatakan bahwa beliau tidak dapat dibinasakan dengan alat apapun dan jika raja membinasakannya haruslah dengan senjata yang berada di dinding rumah beliau dan menancapkan ke dalam daerah lingkaran yang beliau tunjkkan yaitu di belikat beliau. Beliau berpesan, “jika darah yang keluar dari tubuhku berwarna merah, maka aku dan ajaranku yang salah, tetapi jika darah yang keluar dari tubuhku nanti berwarna putih, maka aku berada dalam kebenaran. Setelah berkata demikian, Datu Abulung shalat dua raka’at, ketika beliau shalat itulah senjata tersebut ditusukkan di tempat yang sudah beliau tunjukkan, maka memancarlah darah segar berwarna putih. Namun yang sangat aneh dan mengagumkan adalah bahwa dari ceceran darah segar Datu Abulung tertulis kalimat “Laa Ilaaha Ilallah Muhammadur Rasulullah”. Suasana jadi hening, hadirin bungkam menyaksikan kepergian Datu Abulung ke alam sejati.
Buku kedua hasil dapat gratisan dari guru saya. Cerita lengkap gratisan-nya bisa dilihat di review buku pertama di sini :D
Setelah membaca sinopsis di atas, tidak heran mengapa diantara 36 Datu yang ada di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan, Syekh Abdul Hamid Abulung atau Datu Abulung, “dituliskan” bukunya tersendiri.
Datu Abulung yang bernama asli Haji Abdul
Hamid hidup dari tahun 1148 – 1203 H. Di buku ini dijelaskan
bagaimana beliau mendapat gelar Syekh dan Datu, tapi tidak disebutkan
kenapa beliau dikenal dengan nama Datu Abulung.
Membaca buku ini, membuat saya menyadari
bahwa bahkan di Kalimantan Selatan pun, yang sebelumnya saya kenal
sebagai daerah yang aman dan minim konflik, ternyata pernah terjadi
peristiwa yang …. errr…. sangat sulit saya percayai pernah terjadi. Datu
Abulung ternyata pernah membuat kesal Sultan jaman dahulu sehingga sang
Sultan berusaha menyingkirkan beliau dengan berbagai cara.
Apa yang dilakukan oleh Datu Abulung sehingga membuat Sultan Banjar marah? Well, silakan baca sendiri ceritanya karena menurut saya topik ini sedikit sensitif
Buku ini memberikan kesan sebagai pembersihan nama baik bagi Syekh Abdul Hamid dan juga Syekh Muhammad Arsyad. Di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan,
disebutkan bahwa Syekh Muhammad Arsyad ikut berperan dalam keputusan
hukuman mati bagi Datu Abulung. Di buku ini dijelaskan bukti-bukti bahwa
hal tersebut tidak benar.
Typo atau kesalahan ketik di buku ini masih banyak. Tapi, somehow, tidak terlalu mengganggu seperti di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan. Oh
ya, ada satu kata dalam bahasa daerah Kalimantan Selatan (bahasa
banjar) yang nyelip di buku ini. Tepatnya ada di halaman 24 di kalimat
berikut:
…., apabila salah daripada mereka meninggal dunia, maka yang satu kena memandikannya.
Kata kena dalam kalimat di atas bisa diartikan sebagai nanti
dalam bahasa Indonesia. Ngomong-ngomong membaca kalimat di atas
langsung mengingatkan saya dengan gaya bicara guru saya yang juga
sekaligus si pengarang buku ini. Persis sekali
Buku ini tidak hanya menceritakan kisah
hidup Datu Abulung, tapi juga hubungan beliau dengan Syekh Muhammad
Aryad, ajaran-ajaran beliau, dan keturunan serta pengikut beliau yang
masih hidup sampai sekarang. Khusus bagian tentang ajaran-ajaran beliau,
membuat saya, untuk sekali lagi menyadari, bahwa tingkat spiritual saya
masih sangat jauh.
Overall, buku ini membuat saya
menyadari bahwa masih banyak yang tidak saya ketahui tentang daerah dan
agama saya sendiri. Kisah yang diceritakan dalam buku ini sangat dekat
tapi sekaligus terasa sangat jauh. Membaca kisah hiduh Datu Abulung
seperti membaca kisah hidup seorang wali yang nun jauh di seberang
pulau. Padahal beliau adalah seorang Syekh yang berperan besar
menyebarkan agama Islam di daerah saya sendiri.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada
guru saya yang memberikan buku beliau ini dengan cuma-cuma. Jujur kalau
tidak diberi gratis saya mungkin tidak akan membaca buku ini *ditimpuk
pakai sendal*.
Buku dengan genre seperti ini bukan my cup of tea.
Tapi saya rasa buku ini wajib dibaca oleh orang-orang yang hidupnya
jauh dari “dunia pesantren” seperti saya. Terutama untuk orang-orang
Kalimantan Selatan. Bangga rasanya mengetahui daerah sendiri ternyata
juga pernah mempunyai ulama hebat.
Kalau boleh request, saya harap
nanti juga ada buku tentang ulama-ulama dibalik Pesantren Rakha yang ada
di daerah Amuntai. Jujur saya tidak tahu apa-apa tentang pesantren
tersebut. Padahal pesantrennya dekat sekali dengan rumah saya. *ngesot
minder*.
Sama seperti kisah nya yang terasa dekat tapi jauh sekaligus, gaya penulisan buku ini, somehow, terasa lancar dan tidak lancar sekaligus. Saya cukup nyaman dengan gaya penulisannya, tapi typo dan kalimatnya yang terlalu panjang, serta informasi yang kurang lengkap membuat nya terasa tidak nyaman.
Contoh informasi yang kurang lengkap
misalnya seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Tidak dijelaskan
kenapa Syekh Abdul Hamid lebih dikenal dengan nama Datu Abulung,
meskipun kenapa beliau mendapat gelar Syekh dan Datu sudah ada.
Kemudian ada juga tentang shalat daim.
Memang dijelaskan apa itu shalat daim tapi jujur saya masih bingung
tentang shalat daim karena saya rasa ada yang missing dalam
penuturannya. Apakah shalat daim itu shalat lima waktu seperti yang
disebutkan di awal sub bab ataukah shalat yang setidak-tidaknya
dilaksanakan sekali seumur hidup seperti yang disebutkan di akhir sub
bab atau dua-duanya benar tergantung pendapat ulama mana yang kita
ikuti.
Dan ngomong-ngomong tentang bagaimana keramatnya Datu Abulung yang
kebal terhadap berbagai usaha pembunuhan, saya jadi teringat legenda
Achilles dari Yunani dan juga cerita fantasi Percy Jackson by Rick
Riordan. Mereka hanya sama-sama bisa dibunuh jika dilukai pada titik
tertentu di tubuh.Selain itu juga pembuktian kata-kata Datu Abulung dengan darah merah dan darah putih beliau. Mirip legenda Banyuwangi ya. Sebagai pembuktian apakah si korban bersalah atau tidak. Kalau tidak bersalah maka air sungai akan beraroma wangi.
Mengingat kemiripan-kemiripan ini membuat saya iseng berpikir bagaimana sebuah kejadian bisa memiliki kesamaan seperti itu. Dengan pengecualian kisah Datu Abulung yang saya rasa memang benar-benar terjadi, saya jadi berpikir dari mana ide dari peristiwa yang ada di dalam cerita Achilles atau Banyuwangi itu berasal, apakah memang benar-benar terjadi, hanya khayalan yang tiba-tiba muncul dari kepala pengarang, atau dari cerita mulut ke mulut yang awalnya hanya bersumber dari suatu peristiwa yang benar-benar terjadi tapi karena telah tersebar terciptalah versi masing-masing daerah. Wallahu a’lam.
At last, 3 dari 5 bintang untuk kisah hidup Datu Abulung. Terutama untuk keberhasilannya yang membuat saya ingin lebih banyak lagi membaca buku-buku sejenis ini.
So, I liked it
Rate t
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM
DONGENG
Pengertian dongeng
Dongeng adalah suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan
kisah nyata,menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang
mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lain.Dongeng juga
merupakan khayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian
diceritakan secara turun-temurun dari generasi dan ke generasi.Kadang dongeng
bisa membawa pendengarannya terhanyut ke dalam dunia fantasi,tergantung cara
penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan.Dongeng mempunyai
kalimat pembukaan dan penutup yang bersifat klise.Contohnya kisah 1001 malam.
Ø JENIS -JENIS DONGENG
A. Fabel (dongeng
binatang)
Adalah
dongeng dimana pelaku atau tokoh utamanya merupakan binatang. Pada dasarnya,
dongeng ini biasa di certakan dan bersumber dari kehidupan binatang
seperti dongeng si Kancil.
Namun, dalam fabel cerita dapat dikembangkan lagi. Seperti dongneg yang
saya bacakan Raja Serakah dongeng
dikembangkan lebih imaginatif tidak hanya dari keseharian binatang itu sendiri
saja. Dalam fabel tokoh tidak semua harus merupakan binatang, tetapi tokoh utamanya harus seekor binatang.
B. Legenda
Adalah
dongeng yang berhubungan dengan asal-usultentang terjadinya suatu tempat.
Dimana dongeng ini biasa diceritakan dari mulut ke mulut. Biasanya, setelah
melihat tempat atau sesuatu yang aneh orang mulai mengembangkannya menjadi
legenda. Tidak harus selalu tempat, bisa juga asal-usul nama tempat.
Contohnya: Dongneg Sangkuriang dari Jawa Barat, Malin
Kundang,Dongeng Asal-usul Danau Toba, dsb.
C. Mithe
Adalah
dongeng yang menceritakan tentang kehidupan mistik. Diman dalam dongeng banyak
tedapat unsur sihir atau semacamnya. Nah, dari sini kita tahu bahwa yang
termasuk dalam Mithe adalah dongneg mengenaiperi-peri, bidadari, penyihir, Jin. Nah, dalam mithe sendiri
cerita keseluruhan dongeng bertemakan kehidupan mistik. Jadi, jika ada sebuah
dongneg tokoh utamanya binatang tetapi ada hubungannya dengan kehidupan mistik
tidak bisa dikategorikan sebagai mithe kecuali jika tokoh utamanya adalah peri atau
semacamnya.
1
D. Sage
Adalah
dongeng yang mengandung unsur sejarah misalnya,
Dongeng Darmawulan, Terjadinya Kota Majapahit.Dalam
sage sendiri suatu fakta dapat dicampur adukkan dari kehidupan nyata dan
khayalanseperti, Dongeng Ken Arok dan
Ken Dedes.
F. Dongeng Jenaka atau
anekdot
Adalah dongeng berisi lelucon yang biasanya bercerita tentang kebodohan,
keliguan dari oerilaku seseorang dengan tujuan untuk menghibur orang yang
membacanya. Misalnya,
Dongeng Pak Pandir, Pak Belalang, Si Lebai Malang
G. Dongeng Biasa
Dongeng
biasa adalah dongeng yang tokohnya manusia dan biasanya berisi tentang kisah
suka duka yang dialami seseorang. Misalnya
dongeng Ande-Ande Lumut, Joko Kendil dan lain-lain.
H. Dongeng Berumus
Merupakan
dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan.
dongeng ini ada 3 macam, dongeng bertimbun
banyak (cumulative tales), dongeng untu mempermainkan orang (catch
tales), dongeng yang tidak ada akhir (endless tales)
I. Epos
Adalah dongeng tentang
kepahlawanan. Misalnya, Dongeng
Ramayana, Mahabrata.
Ø TOKOH-TOKOH
DONGENG
-
Raja, Ratu, Pangeran,
Permaisuri, Dewa, Dewi, ibu tiri, saudara tiri, prajurit, pengawal, putri
duyung,dll.
-
Peri,
penyihir, bidadari, orang kerdil, kurcaci,dll.
-
Binatang:
ikan ajaib, kancil, burung gagak, burung hantu, kuda terbang, kucing bersepatu
bot,dll.
-
Kastil,
hutan belantara, negeri ajaib,. Kerajaan, danau, laut, samudera, dll..
-
Benda
Ajaib: permadani, terbang, lampu ajaib, cincin, cermin ajaib, bola kristal,dll.
Langganan:
Postingan (Atom)












