Senin, 12 Maret 2018






Kata Pengantar Cerita Datu-Datu 2017


KATA PENGANTAR




         Alhamdulillah setelah memakan waktu dua tahun lebih selesailah penulis menyusun buku cerita rakyat yang diberi judul“ Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan “
Berbagai cerita dalam buku ini sudah lama dikenal masyarakat lewat penuturan dari mulut kemulut. Di antara sekian banyak cerita tersebut sebagian kecil sudah dibukukan seperti hikayat DatuSanggul , hikayat Datu Suban, hikayat Datu Nuraya , dan hikayat DatuTaniran. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengumpulkan dan mengabadikannya dalam sebuah buku sebagai bukti tertulis bahwa cerita tersebut memang benar adanya.Juga,untuk bahan rujukan bagi penulis lain dan warisan berharga bagi generasi penerus.
Usaha ini belumlah final, baru tahap permulaan.Pencarian terus dilakukan dengan mendatangi makam/kubur orang yang  terkenal dan memilki keunikan pada masa hidupnya. Dari hasil penggalian informasi di makam itu kemudian jadilah buku yang sekarang sedang berada di tangan pembaca.. 
          Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis berterima kasih kepada para narasumber (tidak mungkin disebutkan satu persatu) yang telah memberikan informasi sehubungan dengan cerita yang digarap.
            Akhirnya, kritik dan saran   membangun demi kesempurnaan buku ini penulis terima dengan senang hati.

Sungai  Malang, Amuntai , 25 Maret 2001

         Penulis,


Fahrurraji Asmuni , S.Pd.,M.M




  
 PENGANTAR DARI PENERBIT CETAKAN KE-2


       Segala puji hanya untuk Allah,tuhan sekalian alam.Salawat dan salam semoga tercurah dan terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw beserta keluarga dan sahabat serta pengikut beliau di jalan kebaikan hingga hari akhir.
       Berkat petunjuk dan inayah-Nya dapatlah kami menerbitkan buku CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN yang sebelumnya diterbitkan oleh TB Sahabat, Kandangan. Terima kasih kami ucapkan bapak Fahrurraji Asmuni, S.Pd.,MM yang telah memberikan kepercayaan buku karya beliau ini kepada kami, mulai terhitung 1 Maret 2009.
       Dalam penerbitan edisi revisi cetakan ke-2 ini ada perubahan yang mendasar,hanya dalam penyusunan cerita disusun sesuai abjad. Selain itu, Datu Sulaiman, diganti dengan Datu Burung dan penambahan Datu Banua Lima.
       Harapan kami dengan hadirnya buku ini dapat bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, mengingat sebagian tokoh cerita yang ada dalam buku ini merupakan para datu yang memiliki karamah yang tidak dimiliki oleh orang biasa,pernah hidup dan tinggal di tanah Banjar. Tokoh-tokoh dalam cerita ini ada yang berperan sebagai pejuang,ulama,dan umara.Oleh karena itu, sudah sewajarnya kita sebagai generasi penerus mengambil suri teladan dari sepak terjang mereka.
          Akhirnya, kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan buku ini  kami terima dengan senang hati. 

 Amuntai, 6 Mei 2012

TB HEMAT
Penerbit dan Percetakan




  


                                      SURAT WEWENANG PENERBITAN

             Saya Fahrurraji Asmuni,S.Pd.,pengarang asli buku CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN, dengan ini memberi wewenang kepada Toko Buku HEMAT Amuntai,HSU,Kalsel, untuk menerbitkan buku ini terhitung mulai 1 Maret 2009.
            Demikian surat pemberian wewenang ini saya buat agar pembaca mengetahui bahwa terbitan dari Toko Buku HEMAT Amuntai yang asli.

Amuntai,27 Februari 2009
Yang Memberi Wewenang



FAHRURRAJI ASMUNI,S.Pd.,MM






PENGANTAR CETAKAN ke-VI

          Tak terasa sejak perpindahan wewenang penerbitan dari  Penerbit “Sahabat” Kandangan ke Penerbit HEMAT Amuntai,dalam kurun 8 tahun sudah mengalami enam kali cetak dengan cover berbeda setiap kali cetak dan penambahan halaman. Cetakan ke-6 ini mengalami revisi dengan penambahan jumlah judul dari 38 judul menjadi 45 judul.Dengan demikian otomotis bertambah halaman sehingga semakin tebal. 
         Semoga cetakan ke-6 ini berkenan di hati pembaca.


                                                                               Amuntai,20 Oktober 2017
Penerbit

HEMAT JAYA

Minggu, 26 Maret 2017



  BUKU “CERITA DATU-DATU TERKENAL KALIMANTAN SELATAN”  KARYA FAHRURRAJI ASMUNI DICAPLOK PENERBITNYA
              
         Barangkali  Anda yang  membaca buku Datu-Datu Terkenal  Kalimantan Selatan  karya Tim Sahabat yang diterbitkan oleh TB Sahabat,Kandangan, cetakan ketujuh, 2013, dengan tebal 333+XII  adalah menganggap  itu murni  karya Tim Sahabat Kandangan. Sebenarnya buku   itu hasil caplokan  karya   Fahrurraji Asmuni,  Amuntai
Dari lima puluh Datu yang terdapat dalam buku karya Tim Sahabat itu  terdapat 34  datu karya saya, yaitu :
(1)  Datu Abdullah, (2) Datu Abulung,(3) Datu  Ala,(4)  Datu Aling, (5) Datu Arya Tadung Wani,(6) Datu Bumbu Raya,(7) Datu  Burung (Sulaiman), (8) Datu  Candi Agung, (9) Datu Daha, (10) Datu Gadung, (11) Datu Haji Batu, (12) Datu Kandang Haji, (13) Datu Karipis, (14) Datu Kartamina, (15) Datu Kasan  , (16) Datu  Kurba, (17) Datu Landak,  (18)  Datu  Magat, (19) Datu Murkat, (20) Datu Nafis, (21)  Datu Niang Thalib, (22) Datu Nihing, (23) Datu Ning Mundul, (24)  Datu Nuraya, (25) Datu Nuraya, (26) Datu Patih Ampat, (27) Datu Pujung, (28) Datu Sanggul, (29) Datu Suban, (30) Datu Sungsum (31) Datu  Taniran, (32) Datu Tungku, (33) Datu Tungkaran, (34) Datu Ulin
Mungkin  pembaca bertanya , Mengapa itu bisa terjadi? Begini  ceritanya, pada hari Minggu, 17 Januari  2000 saya membawa  naskah cetakan  yang berisi cerita 30 datu terkenal kalsel ke Toko Buku “Sahabat” Kandangan. “Kami pelajari dulu, layak atau tidak untuk diterbitkan”,kata Mujahid , pemilik TB Sahabat ,Kandangan. Seminggu  kemudian saya datang ke TB Sahabat Kandangan. Terjadi dialog . Kata Mujahid,kalau bisa ditambah  empat atau enam datu  supaya tebal, saya minta waktu satu bulan. Selama sebulan  itu saya harus mampu menulis minimal empat datu. Alhamdulillah ,saya dapat memenuhi permintaan Mujahid dengan menambah empat datu yaitu : Datu Niang Thalig, Datu Arya Tadung Wani, Datu Kandang haji dan Datu Taniran.
Setelah menyerahkan empat datu  susulan  itu, antara saya dengan Mujahid,Pemilik Toko Buku Sahabat, tidak ada komunikasi karena saya belum  punya HP.
         Karena ingin mengetahui buku saya kapan terbitnya, maka pada tanggal 4 Maret 2001 saya datang ke TB Sahabat, Kandangan, dengan naik taksi. Ternyata pemilik TB Sahabat belum bisa memastikan kapan terbitnya. Oleh Mujahid saya diminta untuk membuatkan kata pengantarnya, dan saya setujui. Kata pengantar saya serahkan  kepada  Mujahid (pemilik TB Sahabat) pada hari Minggu,18 Maret 2001. Di akhir kata pengantar itu sengaja saya tulis tanggal 25 Maret 2001. Komunikasi antara saya dan pemilik TB Sahabat sekaligus penerbit buku saya Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan  putus.
        Pada hari Minggu, 7 April 2002 tanpa sengaja  di sebuah  toko buku  di Antasari Banjarmasin  saya   melihat buku berjudul Cerita Datu-Datu Terkenal   Kalimantan Selatan, disampul itu terpampang nama saya Fahrurraji Asmuni. Buku itu langsung saya beli seharga Rp5000,oo. Sesampai di rumah saya buka buku itu  Buku setebal 157 halaman itu berisi sebagai berikut :  Kata Pengantar, Daftar Isi,Pendahuluan, Silsilah Kerajaan Banjar,Datu Kalampayan, Sultan Adam, Datu Abulung, datu Syekh Muhammad Nafis, Datu Haji Batu,datu Landak,  Datu Ahmad Balimau, Datu Taniran, Datu Ulin, Datu Kurba, Habib Ibrahim AlHabsyi, Datu Daha , Datu Gadung, Datu Nuraya, Datu Suban, Datu Sanggul, Datu Karipis, Datu Murkat, Datu Aling, Datu Magat, Datu Arya Tadung  Wani, Datu Kasan, Datu Ala, Datu Sulaiman, Datu Abdullah, Datu Patih Ampat, Datu Tungkaran, Datu Tungku, Datu Kartamina, Datu Sungsum, Datu Nihing, Datu Candi,Datu Pujung, Datu Ning Mundul, Datu Bumburaya, dan Datu Niang Thalib.
Seminggu setelah membeli buku Cerita Datu-Datu  saya mendatangi Mujahid,milik TB Sahabat sekaligus yang menerbitkan buku saya. Setelah mengucapkan terima kasih  kepada pemilik TB Sahabat atas diterbitkannya buku Cerita Datu-datu itu , Mujahid menyerahkan lima buku, saya minta sepuluh. Kehendak saya dikabulkannya. Menurut Mujahid edisi pertama ini buku terebut dicetak dua ribu buah. Selanjutnya saya tidak pernah lagi diberi pada penerbitan berikutnya  hingga sekarang.
               Pada bula Oktober 2003, saya menemukan buku Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan dikoper depan tidak ada tercantum nama pengarangnya. Di bagian bawah judul tertulis “ Dilengkapi dengan Sejarah   Ringkas Kerajaan Banjar. Saya buka lembar kedua. Nama saya sebagai empunya karya tidak tertulis lagi, yang ada hanya oleh : TIM SAHABAT.
                Di akhir pengantar buku edisi 2003 itu tertulis TIM Sahabat lalu secara berurutan tertulis nama Fahrurraji Asmuni, Ust, Muhammad Hariyadi, Drs,Junaidi Kamaruddin,H.Muhammad Marwan, Hussein Al-Hadi, Gr.H.Idwar,Mujahid, dan Maserani. Perubahan ini mengejutkan saya sebagai empunya hak cipta buku ini. Beraninya,mengubah kedudukan kepenulisan seeorang menjadi TIM tanpa minta izin terlebih dahulu. Jika minta izin jelas saya sebagai pengarang  asli  buku Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan menolak karena buku hasil jerih payah saya mendatangi kubur datu dan mencari info selama dua tahun (juni 1997 – juli 1999) tidak dihargai alias diremehkan. Untuk menyelesaikan masalah ini Mujahid saya telepon (sudah punya HP Merk  Semen A 50)  tapi tidak menyahut. Pernah saya datangi tapi tokonya tutup. Selanjut tidak saya hubungi lagi karena saya sibuk menyelesaikan skripsi S 1 saya di FKIP Unlam.
Sementara itu buku itu terus dicetak dan diedarkan di toko buku-toko buku dan di makam-makam datu seperti di makam datu Sanggul, maakm datu Arsyad,dll.
Pada tahun 2013 ini TIM Sahabat tidak mencantumkan lagi nama saya sebagai pengarangnya. Hanya nama saya dicantumkan dalam referensi (Daftar Pustaka). Dengan demikian secara terang-terangan TIM Sahabat mencaplok  buku Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan  karya Fahrurraji  Asmuni sebagai karya TIM.   Apa
Sebelum mengakhiri tulisan ini  saya Fahrurraji Asmuni (1)  mengharap nama saya tetap ditulis yaitu Fahrurraji Asmuni dan TIM Sahabat. Saya keberatan dijadikan Tim Sahabat karena  memperkecil  peran saya  sebagai  empunya .  Kalau Anda tidak menghiraukan maka  Anda  kena  UU hak cipta No.19 tahun 2002 pasal 72 .(2)  Harap bayar royalty  15% dari harga jual @Rp20.000,00 x  12 tahun x  jumlah eksamplar yang diterbitkan.(3) Keluarkan 34 datu karya saya dari buku Anda.(4) Ganti judul buku Anda,jangan sama, judul .Cerita Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan hak saya.
Demikian, semoga tidak ada penerbit lain yang berlaku semena-mena terhadap pengarangnya. ( Fahrurraji Asmuni)

Senin, 23 Mei 2016

Biography, Books, Fahrurraji Asmuni, Hemat, Non Fiction, Review 2014

Syekh Abdul Hamid Abulung: Korban Politik Penguasa Review

syekh_abdul_hamid_abulung_korban_politik_penguasa_by_fahrurraji_asmuni

Title: Syekh Abdul Hamid Abulung: Korban Politik Penguasa | Author: Fahrurraji Asmuni, S. Pd, MM.| Edition language: Indonesian | Publisher: Hemat| Edition: 2nd Edition, April 2014 | Page: 80 pages | Status: Owned Book (given by the author) | Date received: 6 September 2013 |  My rating: 3 of 5 stars
***
Sinopsis:
Di hadapan raja, Datu Abulung mengatakan bahwa beliau tidak dapat dibinasakan dengan alat apapun dan jika raja membinasakannya haruslah dengan senjata yang berada di dinding rumah beliau dan menancapkan ke dalam daerah lingkaran yang beliau tunjkkan yaitu di belikat beliau. Beliau berpesan, “jika darah yang keluar dari tubuhku berwarna merah, maka aku dan ajaranku yang salah, tetapi jika darah yang keluar dari tubuhku nanti berwarna putih, maka aku berada dalam kebenaran. Setelah berkata demikian, Datu Abulung shalat dua raka’at, ketika beliau shalat itulah senjata tersebut ditusukkan di tempat yang sudah beliau tunjukkan, maka memancarlah darah segar berwarna putih. Namun yang sangat aneh dan mengagumkan adalah bahwa dari ceceran darah segar Datu Abulung tertulis kalimat “Laa Ilaaha Ilallah Muhammadur Rasulullah”. Suasana jadi hening, hadirin bungkam menyaksikan kepergian Datu Abulung ke alam sejati.
Buku kedua hasil dapat gratisan dari guru saya. Cerita lengkap gratisan-nya bisa dilihat di review buku pertama di sini :D
Setelah membaca sinopsis di atas, tidak heran mengapa diantara 36 Datu yang ada di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan, Syekh Abdul Hamid Abulung atau Datu Abulung, “dituliskan” bukunya tersendiri.
Datu Abulung yang bernama asli Haji Abdul Hamid hidup dari tahun 1148 – 1203 H. Di buku ini dijelaskan bagaimana beliau mendapat gelar Syekh dan Datu, tapi tidak disebutkan kenapa beliau dikenal dengan nama Datu Abulung.
Membaca buku ini, membuat saya menyadari bahwa bahkan di Kalimantan Selatan pun, yang sebelumnya saya kenal sebagai daerah yang aman dan minim konflik, ternyata pernah terjadi peristiwa yang …. errr…. sangat sulit saya percayai pernah terjadi. Datu Abulung ternyata pernah membuat kesal Sultan jaman dahulu sehingga sang Sultan berusaha menyingkirkan beliau dengan berbagai cara.
Apa yang dilakukan oleh Datu Abulung sehingga membuat Sultan Banjar marah? Well, silakan baca sendiri ceritanya karena menurut saya topik ini sedikit sensitif:)
Buku ini memberikan kesan sebagai pembersihan nama baik bagi Syekh Abdul Hamid dan juga Syekh Muhammad Arsyad. Di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan, disebutkan bahwa Syekh Muhammad Arsyad ikut berperan dalam keputusan hukuman mati bagi Datu Abulung. Di buku ini dijelaskan bukti-bukti bahwa hal tersebut tidak benar.
Typo atau kesalahan ketik di buku ini masih banyak. Tapi, somehow, tidak terlalu mengganggu seperti di buku Datu-datu Terkenal Kalimantan Selatan.  Oh ya, ada satu kata dalam bahasa daerah Kalimantan Selatan (bahasa banjar) yang nyelip di buku ini. Tepatnya ada di halaman 24 di kalimat berikut:
…., apabila salah daripada mereka meninggal dunia, maka yang satu kena memandikannya.
Kata kena dalam kalimat di atas bisa diartikan sebagai nanti dalam bahasa Indonesia. Ngomong-ngomong membaca kalimat di atas langsung mengingatkan saya dengan gaya bicara guru saya yang juga sekaligus si pengarang buku ini. Persis sekali:)
Buku ini tidak hanya menceritakan kisah hidup Datu Abulung, tapi juga hubungan beliau dengan Syekh Muhammad Aryad, ajaran-ajaran beliau, dan keturunan serta pengikut beliau yang masih hidup sampai sekarang. Khusus bagian tentang ajaran-ajaran beliau, membuat saya, untuk sekali lagi menyadari, bahwa tingkat spiritual saya masih sangat jauh.
Overall, buku ini membuat saya menyadari bahwa masih banyak yang tidak saya ketahui tentang daerah dan agama saya sendiri. Kisah yang diceritakan dalam buku ini sangat dekat tapi sekaligus terasa sangat jauh. Membaca kisah hiduh Datu Abulung seperti membaca kisah hidup seorang wali yang nun jauh di seberang pulau. Padahal beliau adalah seorang Syekh yang berperan besar menyebarkan agama Islam di daerah saya sendiri.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada guru saya yang memberikan buku beliau ini dengan cuma-cuma. Jujur kalau tidak diberi gratis saya mungkin tidak akan membaca buku ini *ditimpuk pakai sendal*.
Buku dengan genre seperti ini bukan my cup of tea. Tapi saya rasa buku ini wajib dibaca oleh orang-orang yang hidupnya jauh dari “dunia pesantren” seperti saya. Terutama untuk orang-orang Kalimantan Selatan. Bangga rasanya mengetahui daerah sendiri ternyata juga pernah mempunyai ulama hebat.
Kalau boleh request, saya harap nanti juga ada buku tentang ulama-ulama dibalik Pesantren Rakha yang ada di daerah Amuntai. Jujur saya tidak tahu apa-apa tentang pesantren tersebut. Padahal pesantrennya dekat sekali dengan rumah saya. *ngesot minder*.
Sama seperti kisah nya yang terasa dekat tapi jauh sekaligus, gaya penulisan buku ini, somehow, terasa lancar dan tidak lancar sekaligus. Saya cukup nyaman dengan gaya penulisannya, tapi typo dan kalimatnya yang terlalu panjang, serta informasi yang kurang lengkap membuat nya terasa tidak nyaman.
Contoh informasi yang kurang lengkap misalnya seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Tidak dijelaskan kenapa Syekh Abdul Hamid lebih dikenal dengan nama Datu Abulung, meskipun kenapa beliau mendapat gelar Syekh dan Datu sudah ada.
Kemudian ada juga tentang shalat daim. Memang dijelaskan apa itu shalat daim tapi jujur saya masih bingung tentang shalat daim karena saya rasa ada yang missing dalam penuturannya. Apakah shalat daim itu shalat lima waktu seperti yang disebutkan di awal sub bab ataukah shalat yang setidak-tidaknya dilaksanakan sekali seumur hidup seperti yang disebutkan di akhir sub bab atau dua-duanya benar tergantung pendapat ulama mana yang kita ikuti.
Dan ngomong-ngomong tentang bagaimana keramatnya Datu Abulung yang kebal terhadap berbagai usaha pembunuhan, saya jadi teringat legenda Achilles dari Yunani dan juga cerita fantasi Percy Jackson by Rick Riordan. Mereka hanya sama-sama bisa dibunuh jika dilukai pada titik tertentu di tubuh.
Selain itu juga pembuktian kata-kata Datu Abulung dengan darah merah dan darah putih beliau. Mirip legenda Banyuwangi ya. Sebagai pembuktian apakah si korban bersalah atau tidak. Kalau tidak bersalah maka air sungai akan beraroma wangi.
Mengingat kemiripan-kemiripan ini membuat saya iseng berpikir bagaimana sebuah kejadian bisa memiliki kesamaan seperti itu. Dengan pengecualian kisah Datu Abulung yang saya rasa memang benar-benar terjadi, saya jadi berpikir dari mana ide dari peristiwa yang ada di dalam cerita Achilles atau Banyuwangi itu berasal, apakah memang benar-benar terjadi, hanya khayalan yang tiba-tiba muncul dari kepala pengarang, atau dari cerita mulut ke mulut yang awalnya hanya bersumber dari suatu peristiwa yang benar-benar terjadi tapi karena telah tersebar terciptalah versi masing-masing daerah. Wallahu a’lam.
At last,  3 dari 5 bintang untuk kisah hidup Datu Abulung. Terutama untuk keberhasilannya yang membuat saya ingin lebih banyak lagi membaca buku-buku sejenis ini.
So, I liked it 😀


NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM DONGENG
Pengertian dongeng
            Dongeng adalah suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata,menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lain.Dongeng juga merupakan khayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi dan ke generasi.Kadang dongeng bisa membawa pendengarannya terhanyut ke dalam dunia fantasi,tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan.Dongeng mempunyai kalimat pembukaan dan penutup yang bersifat klise.Contohnya kisah 1001 malam.
Ø  JENIS -JENIS DONGENG

A. Fabel (dongeng binatang)
Adalah dongeng dimana pelaku atau tokoh utamanya merupakan binatang. Pada dasarnya, dongeng ini biasa di certakan dan bersumber dari kehidupan binatang seperti dongeng si Kancil. Namun, dalam fabel cerita dapat dikembangkan lagi. Seperti dongneg yang saya bacakan Raja Serakah dongeng dikembangkan lebih imaginatif tidak hanya dari keseharian binatang itu sendiri saja. Dalam fabel tokoh tidak semua harus merupakan binatang, tetapi tokoh utamanya harus seekor binatang.





B. Legenda
Adalah dongeng yang berhubungan dengan asal-usultentang terjadinya suatu tempat. Dimana dongeng ini biasa diceritakan dari mulut ke mulut. Biasanya, setelah melihat tempat atau sesuatu yang aneh orang mulai mengembangkannya menjadi legenda. Tidak harus selalu tempat, bisa juga asal-usul nama tempat.
Contohnya: Dongneg Sangkuriang dari Jawa Barat, Malin Kundang,Dongeng Asal-usul Danau Toba, dsb.
C. Mithe
Adalah dongeng yang menceritakan tentang kehidupan mistik. Diman dalam dongeng banyak tedapat unsur sihir atau semacamnya. Nah, dari sini kita tahu bahwa yang termasuk dalam Mithe adalah dongneg mengenaiperi-peri, bidadari, penyihir, Jin. Nah, dalam mithe sendiri cerita keseluruhan dongeng bertemakan kehidupan mistik. Jadi, jika ada sebuah dongneg tokoh utamanya binatang tetapi ada hubungannya dengan kehidupan mistik tidak bisa dikategorikan sebagai mithe kecuali jika tokoh utamanya adalah peri atau semacamnya.

                                                                                                                                                                                        1

D. Sage
Adalah dongeng yang mengandung unsur sejarah misalnya, Dongeng Darmawulan, Terjadinya Kota Majapahit.Dalam sage sendiri suatu fakta dapat dicampur adukkan dari kehidupan nyata dan khayalanseperti, Dongeng Ken Arok dan Ken Dedes.

F. Dongeng Jenaka atau anekdot
Adalah dongeng berisi lelucon yang biasanya bercerita tentang kebodohan, keliguan dari oerilaku seseorang dengan tujuan untuk menghibur orang yang membacanya. Misalnya, Dongeng Pak PandirPak BelalangSi Lebai Malang

G. Dongeng Biasa
Dongeng biasa adalah dongeng yang tokohnya manusia dan biasanya berisi tentang kisah suka duka yang dialami seseorang. Misalnya dongeng Ande-Ande Lumut, Joko Kendil dan lain-lain.

H. Dongeng Berumus
Merupakan dongeng yang strukturnya terdiri dari pengulangan.
dongeng ini ada 3 macam, dongeng bertimbun banyak (cumulative tales), dongeng untu mempermainkan orang (catch tales), dongeng yang tidak ada akhir (endless tales)
I. Epos
Adalah dongeng tentang kepahlawanan. Misalnya, Dongeng Ramayana, Mahabrata.

Ø  TOKOH-TOKOH DONGENG
-          Raja, Ratu, Pangeran, Permaisuri, Dewa, Dewi, ibu tiri, saudara tiri, prajurit, pengawal, putri duyung,dll.
-          Peri, penyihir, bidadari, orang kerdil, kurcaci,dll.
-          Binatang: ikan ajaib, kancil, burung gagak, burung hantu, kuda terbang, kucing bersepatu bot,dll.
-          Kastil, hutan belantara, negeri ajaib,. Kerajaan, danau, laut, samudera, dll..
-          Benda Ajaib: permadani, terbang, lampu ajaib, cincin, cermin ajaib, bola kristal,dll.