Jumat, 25 Januari 2013

Pengalaman Masa Kecil



       Bermula saat aku masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah  kelas 4.  Aku senang bermain dengan teman-teman hingga magrib tiba. Ketiak mau pulang ke rumah,jalan menuju rumah tidak kutemui, yang ada jalan baru, aku bingung , tak tahu mau melangkah ke mana. Dalam keadaan bingung demikian ,tiba-tiba ada seorang wanita cantik mengajak mampir ke rumahnya. Tanpa sadar kakiku ikut melangkah ke rumahnya.
      Sesampai di rumah gadis itu, aku disuguhi mie goreng warna ungu, saking lapar aku makan dengan lahap. Kemudian  aku ditidurkan di atas sofa empuk. Aku terbangun karena tubuhku merasa ada yang menyentuh lembut berkali-kali.Eee..ternyata tubuhku dijilati gadis itu dalam keadaan telanjang dan anu-ku di kulum-kulum seperti mengulum gulaan. Aku kegelian.Dan…ketika anu-ku mau dimasukkan ke anu-nya, dengan reflek aku tendang dia. Dia terjatuh dari sofa.
      Dengan marah yang sangat aku mau dibunuhnya, aku lari sekuat tenagaku. Tapi, aneh,aku hanya lari di tempat. Kemudian dengan mudah aku ditangkapnya,katanya ”Kali ini kamu aku ampuni,tapi lain kali bila tidak mau awas, benar-benar aku bunuh.” Dengan keras aku dilemparnya ke luar jandela. Aku jatuh di semak-semak.
      Ketika berada di semak-semak itu, aku dengar teriakan-teriakan orang kampung,”Raji! Raji di mana kau” Mereka mencari aku dengan membawa suluh/obor dan menabuh niru. Aku melihat mereka yang mencari aku,tapi aku tak bisa menyahut panggilan mereka.Mulutku terasa terkunci.
Siang harinya aku ditemukan oleh ayahku ketika beliau mau membakar sampah.
      Kata orang tuaku,aku disembunyikan hantu baranak. Sejak kejadian itu aku tudak berani lagi pergi bermain sampai senja/magrib. Sampai sekarang masih trauma bila melihat semak-semak yang lebat.



Minggu, 30 Desember 2012

Fahrurraji Asmuni :

AKHIRNYA SAMPAI KE PUNCAK
Kado Ultah buat Arsyad Indradi

Akhirnya sampai juga ke puncak
Setelah menempuh perjalanan berliku
Menelusuri hutan penuh hewan berbisa
Meniti gunung tajam menyayat raga

Akhirnya sampai juga ke puncak
Walau dengan badangsar dada
Menahan perih luka diterkam duri-duri cerca
Menahan duka karena gadaikan harta

Akhirnya sampai juga ke puncak
Berkat darahmu menyatu dengan darah-Nya

(Selamat ULTAH yang ke-63 semoga sehat selalu dan dapat lingdungan dari Allah SWT,amiin)
Banjarbaru,29 Desember 2012

Sabtu, 22 Desember 2012


                          Asal Mula Pulau Kembang

                        Pada zaman dahulu kala.
Kerajaan Banjar diserang Belanda.
Belanda bermaksud menjajah kita.
Rakyat melawan angkat senjata.
Sungai Barito menelan korban.
Kapal Belanda ditenggelamkan.
Ditimbun Lumpur tak berkesudahan.
Jadilah pulau kecil-kecilan.
Itulah asal mula sejarahnya.
Tentang pulau dalam legenda.
Pulau tak dihuni oleh manusia.
Binatang kera yang menghuninya.
Berwisata kita ke pulau Kembang.
Berperahu dahulu untuk menyeberang.
Beratus monyet sudah menghadang.
Menunggu tamu melempar pisang.